Kamis, 28 Juni 2012

Perusahaan Multi Internasional (Jerman)


Jenis                     : Publik
 Industri                : Tekstil
Didirikan              : 1949
Kantor pusat        : Herzogenaurach, Jerman
Tokoh penting       : Herbert Hainer, CEO
      Robin Stalker, CFO
      Andreas Gellner, Managing Director, India
Produk                 : Sepatu Aksesoris
Pendapatan          $7,866 milyar USD (2003)
Situs web             : www.adidas.com

adidas-Salomon AG, juga dikenal sebagai adidas, adalah sebuah perusahaan sepatu Jerman. Perusahaan ini dinamakan atas pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920-an di Herzogenaurach dekat Nuremberg. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas.
Rudolf Dassler, adik Adi, mendirikan perusahaan saingan, Puma.

Pada Agustus 2005, adidas mengakuisi rivalnya, Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike.
Selama lebih dari 80 tahun lamanya grup Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga di segala bidangnya dengan menawarkan sepatu, pakaian serta beragam aksesori pelengkap olahraga yang bernilai seni pada setiap produknya. Sekarang, grup Adidas telah mengglobalisasi dan menguasai di bidang industri produk olahraga dan menawarkan portfolio yang begitu luas dari segi produk di seluruh dunia. Strategi grup Adidas sangatlah simpel: memperkuat bran secara terus menerus dan mengimprovisasi posisi kompetitif serta keuangan mereka. Aktivitas perusahaan dan lebih dari 150 cabangnya dipantau langsung oleh pemimpin grup di Herzogenaurach, Jerman. Tertanggal 31 Desember 2009, grup Adidas tercatat mempekerjakan sebanyak 38.982 orang selama setahun penuh.
                                                                                   
 from : http://id.wikipedia.org/wiki/Adidas
                                                                                   

Senin, 07 Mei 2012

Proses Pembayaran L/C



Letter of credit, atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).


Tata cara pembayaran dengan L/C

  1. Importir meminta kepada banknya (bank devisa) untuk membuka suatu L/C untuk dan atas nama eksportir. Dalam hal ini, importir bertindak sebagai opener. Bila importir sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk impor seperti keharusan adanya surat izin impor, maka bank melakukan kontrak valuta (KV) dengan importir dan melaksanakan pembukaan L/C atas nama importir. Bank dalam hal ini bertindak sebagai opening/issuing bank. Pembukaan L/C ini dilakukan melalui salah satu koresponden bank di luar negeri. Koresponden bank yang bertindak sebagai perantara kedua ini disebut sebagai advising bank atau notifiying bank. Advising bank memberitahukan kepada eksportir mengenai pembukaan L/C tersebut. Eksportir yang menerima L/C disebut beneficiary.
  2. Eksportir menyerahkan barang ke Carrier, sebagai gantinya Eksportir akan mendapatkan bill of lading.
  3. Eksportir menyerahkan bill of lading kepada bank untuk mendapatkan pembayaran. Paying bank kemudian menyerahkan sejumlah uang setelah mereka mendapatkan bill of lading tersebut dari eksportir. Bill of lading tersebut kemudian diberikan kepada Importir.
  4. Importir menyerahkan bill of lading kepada Carrier untuk ditukarkan dengan barang yang dikirimkan oleh eksportir.


From : Wikipedia
Gita Elwina (33210018)

 

Hubungan Bisnis Dengan Negara Lain



Hubungan bilteral adalah suatu hubungan politik, budaya dan ekonomi di antara 2 Negara. Kebanyakan hubungan internasional dilakukan secara bilateral. Misalnya perjanjian politik-ekonomi, pertukaran kedutaan besar, dan kunjungan antar negara. Alternatif dari hubungan bilateral adalah hubungan multilateral; yang melibatkan banyak negara, dan unilateral; ketika satu negara berlaku semaunya sendiri.
 
Bagi Indonesia, Jepang merupakan negara mitra dagang terbesar dalam hal ekspor-impor Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang bernilai US$ 23.6 milyar (statistic Pemerintah RI), sedangkan impor Indonesia dari Jepang adalah US$ 6.5 milyar sehingga bagi Jepang mengalami surplus besar impor dari Indonesia (tahun 2007)
    Komoditi penting yang diimpor Jepang dari Indonesia adalah a.l. minyak, gas alam cair, batubara, hasil tambang, udang, pulp, tekstil dan produk tekstil, mesin, perlengkapan listrik, dll. Di lain pihak, barang-barang yang diekspor Jepang ke Indonesia meliputi mesin-mesin dan suku-cadang, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, suku-cadang elektronik, mesin alat transportasi dan suku-cadang mobil.


Investasi


    Investasi langsung swasta dari Jepang ke Indonesia yang menurun sehubungan dengan stagnasi yang dialami perekonomian Indonesia akibat krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, kini belumlah pulih sepenuhnya, namun Jepang tetap menempati kedudukan penting di antara negara-negara yang berinvestasi di Indonesia.
Dalam jumlah investasi langsung asing di Indonesia dari tahun 1967 hingga 2007, Jepang menduduki tempat pertama dengan angka 11,5% dalam kesuluruhannya.

    Terdapat kurang lebih 1000 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia (sumber: JETRO). Perusahaan-perusahaan tersebut memperkerjakan lebih dari 32 ribu pekerja Indonesia yang menjadikan Jepang sebagai negara penyedia lapangan kerja nomor 1 di Indonesia (sumber: BKPM).


Kerjasama Ekonomi


    Indonesia merupakan negara penerima ODA (bantuan pembangunan tingkat pemerintah) terbesar dari Jepang (berdasarkan realisasi netto pembayaran pada tahun 2005 adalah US$1.22 milyar, yaitu + 17% dari seluruh ODA yang diberikan Jepang)
Selain itu, realisasi bantuan untuk tahun 2006 adalah :
  Pinjaman Yen: 125.2 milyar Yen
Bantuan hibah: 5.4 milyar Yen
  (berdasarkan pertukaran Nota-nota)
Kerjasama teknik : 7.8 miliar Yen
  (berdasarkan realisasi pembiayaan JICA)


Lain-lain

  1. Setelah mulainya pemerintahan Yudhoyono, telah dibentuk forum Investasi bersama tingkat tinggi pemerintah-swasta antara Jepang dan Indonesia.
    Berdasarkan saran dan dialog yang sejak dulu diadakan antara Japan Club dan pemerintah Indonesia, pada bulan Juni 2005 pada kesempatan kunjungan Presiden Yudhoyono ke Jepang, telah berhasil disetujui SIAP, yaitu rencana strategis investasi yang meliputi 5 pokok, yaiitu masalah bea, customs, tenaga kerja, infrastruktur dan daya saing.
  2. Perundingan resmi “Economic Partnersip Agreement antara Indonesia dan Jepang (EPA)” disetujui oleh pemerintah Indonesia dan Jepang pada waktu Presiden SBY berkunjung ke Jepang dengan resmi pada bulan Juni 2005, setelah itu Presiden SBY dan Mantan Perdana Menteri Jepang, Mr.Abe menandatangani surat persetujuan EPA pada tgl 20 Agustus 2007. Melalui EPA yang telah berlaku efektif dan mulai diimplementasikan pada tanggal 1 Juli 2008 ini, diharapkan perdagangan dan investasi antara kedua Negara dapat meningkat dan semakin berkembang.


    From : http://www.id.emb-japan.go.jp/birelEco_id.html
    Gita elwina (33210018)

Rabu, 21 Maret 2012

Foto Spanduk/ Baliho


Informasi             : Seminar Teknologi (Technologi Update)

Tujuan                  : Agar menarik minat mahasiswa Universitas Gunadarma untuk mengikuti seminar dan perlombaan mengenai teknilogi (IT).

Letak spanduk   : Universitas Gunadarma, Kampus E
  Jl. Kelapa dua, Depok

Surat Penawaran


PT. WOLLIM
Jl. Epik high
Jakarta Timur
Telp. 021 12345678

Jakarta, 13 Maret 2012
Hal       : Penawaran Barang dan Jasa
Lamp   : Daftar Barang dan Jasa

Kepada Yth,
Saudara Kim Myungsoo
Manajer Operasional
My Wedding Dream Organization
Jl. Infinite 7
Jakarta Pusat

Dengan hormat,
Bersama surat ini kami selaku perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa catering ingin memberikan penawaran jasa kami dengan harga yang menarik. Kami akan memberika harga khusus jika perusahaan Bapak tertarik menjalin kerjasama dengan kami.
Menganai jenis-jenis makanan yang kami sediakan, silahkan dilihat pada berkas yang telah terlampir dalam surat penawaran ini.
Sekian surat dari kami. Kami mengunggu kabar kepastian dari Anda dan semoga kita dapat saling bekerjasama. Terimakasih.

Hormat saya,

Promition & Relation Staff
Gita Elwina

STANDARD SET MENU PRASMANAN
PAKET MAWAR
Harga Rp. 15.500
Harga Rp. 16.000
Nasi Putih
Sus Rambutan Sosis
Sambel Goreng Daging + Krecek
Fuyung Hai
Oseng Shoo/Shoon Ayu
Bistik Galantin
Acar
Kerupuk + Acar
Teh, Air Putih, Sirup
Es Cream
Buah Iris
Nasi Putih
Sus Sosis Rolade
Oseng Daging Posol
Ayam Fillet
Bistik Komplit
Acar
Kerupuk + Acar
Teh, Air Putih, Sirup
Es Cream
PAKET BOUGENVILLE
Harga Rp. 18.000
Harga Rp. 18.000
Nasi Putih
Sup Senerek
Sambal Goreng Krecek Daging
Cap Cay
Bistik Komplit
Serundeng Paru
Ayam Bakar Pedas/Manis
Acar + Kerupuk
Soft Drink, Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris
Nasi Putih
Sup Sosis Rolade
Bistik Daging
Sambal Goreng Daging Krecek
Gulas/Asam Manis
Ayam Fillet/Tempura
Acar + Kerupuk
Soft Drink, Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris

Harga Rp. 19.000
Harga Rp. 17.000
Nasi Putih
Sus Rambutan
Gurame Asam Manis
Sate Ayam
Sambal Goreng Daging
Bistik Daging
Asem Manis
Acar
Kerupuk/Rambak
Soft Drink, Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris
Nasi Putih
Sus Jagung
Sambal Goreng Ati + Krecek
Gurame Asam/Manis
Oseng Shoon
Fuyung Hai
Acar + Trancam
Kerupuk
Soft Drink, Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris

Harga Rp. 17.000
Harga Rp. 22.000
Nasi Putih
Sus Sosis Rolade
Asem Manis
Bistik Galatine
Ayam Bakar Manis/Pedas
Fuyung Hai
Trancam
Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris
Nasi Putih
Sus Kombinasi
Ayam Bakar Pedas/Manis Madu
Daging Bumbu Rujak
Udang Tempura/Panir
Ca Sawi Cebol
Daging dan Krecek
Acar/Trancam
Kerupuk/Rambak
Soft Drink, Teh, Air Putih
Sirup, Puding Es Cream
Buah Iris